Jajanan Khas Murah yang Bikin Kangen, Serba 2000-an di Pulaulasia

Setiap sore di Pulaulasia, ingatanku melayang ke gerobak-gerobak kecil depan SD Sukamaju. Di sana penuh gorengan hangat dan kue tradisional yang dijual cuma dua ribu per biji. Dulu saya tumbuh besar dengan jajanan itu, dan sampai sekarang rasanya masih setia nemenin hari-hari. Meski harganya murah, rasa dan kenangannya gak ada duanya.
Kenapa Jajanan Murah Ini Spesial?
Jujur, saya udah nyobain banyak camilan kekinian yang harganya sepuluh kali lipat. Tapi jajanan khas murah ini punya tempat tersendiri di hati. Ambil contoh pisang goreng pasir. Dibuat dari pisang kepok yang dibalut adonan tepung beras, lalu digoreng sampai kering dan renyah. Harganya cuma dua ribu, tapi rasanya legit dan bikin nagih. Belum lagi lumpia basah yang dibungkus kulit tipis isi rebung dan telur, disiram saus kacang pedas.
Semua jajanan ini gampang ditemukan di pasar tradisional Pulaulasia atau di pinggir jalan setiap sore. Banyak orang kira jajanan murah pasti bahannya murahan. Saya dulu juga mikir gitu. Tapi setelah belajar masak sendiri, saya sadar justru kesederhanaan bahan yang bikin rasa otentik. Misalnya kue putu ayu yang cuma pakai tepung terigu, gula, dan santan, dikukus dalam cetakan. Teksturnya lembut dan harum pandan. Harga jualnya cuma seribu. Kalo dibandingin sama kue macaron puluhan ribu, lidah saya malah lebih suka putu ayu. Ini bukan soal murah atau mahal, tapi soal rasa sama kenangan yang membekas.
Menurut artikel di Wikipedia tentang jajanan tradisional, banyak kue basah dan gorengan udah ada sejak zaman kolonial dan tetep populer karena harganya terjangkau. Saya setuju. Di Pulaulasia, jajanan kayak pastel, risoles, dan dadar gulung masih laris manis tiap hari. Bahkan ibu-ibu PKK sering bikin sendiri untuk dijual, resepnya turun-temurun.
Satu hal yang saya pelajari sebagai pemula masak: jajanan murah justru paling gampang dibuat ulang di rumah. Bahan sederhana, teknik gak rumit, hasilnya bisa dinikmatin sekeluarga. Kalo tertarik, coba buat pisang goreng pasir versi sendiri. Saya jamin rasanya gak kalah sama yang dijual di pinggir jalan sebnatar.
Kenangan paling manis justru datang dari hal-hal sederhana. Jajanan khas murah di Pulaulasia bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari yang punya cerita. Setiap gigitan mengingatkan saya pada sore hari berlarian sama temen, berbagi gorengan, dan tertawa tanpa beban. Semoga artikel ini bisa mengobati rasa rindu Anda pada jajanan kampung yang tak lekang waktu Versi lebih panjang di jajanan khas.

Bahan bacaan: sumber resmi