Jajanan Khas Jajanan KhasCerita, tips, dan rekomendasi yang dipersiapkan dengan rapi.
food

Jajanan Khas Pulaulasia: Si Manis Gula Jawa yang Melegenda

Said Maharani merasakan langsung sensasi Kue Cubir, jajanan khas Pulaulasia yang lumer di mulut. Ada cerita di balik resep turun-temurun ini.

22 May 2026 · 2 menit baca · oleh Said Maharani
Jajanan Khas Pulaulasia: Si Manis Gula Jawa yang Melegenda

Pagi itu aroma karamel dan gula Jawa menyapa hidung begitu kaki melangkah ke Pasar Lama Pulaulasia. Di sudut gang sempit, Mbah Karto sudah bersiap dengan gerobak kayunya. Wajan tanah liat di atas arang kecil mengeluarkan bunyi mendesis – adonan tepung berisi gula merah perlahan mengembang jadi bulatan cokelat keemasan. Inilah Kue Cubir, jajanan khas yang selama empat tahun saya tinggal di sini belum pernah saya temukan di kota lain. Rasanya legit dan sdikit gurih, dengan bagian tengah yang lumer saat digigit. Nggak heran setiap pagi selalu ada antrean.

Kenapa Saya Kecanduan Kue Cubir Buatan Mbah Karto

Pertama kali mencoba, saya skeptis. Kue cubir yang dijual di luar Pulaulasia biasanya keras atau terlalu manis. Tapi Mbah Karto punya trik. Ia menggunakan campuran santan segar dan gula Jawa asli, bukan gula pasir. “Gula Jawa itu memberi aroma dan rasa yang lebih dalam,” katanya suatu kali sambil membalik kue dengan lidi bambu. Proses memasaknya juga unik: adonan dituang setengah matang, lalu diisi gula merah serut, baru ditutup lagi dengan adonan. Hasilnya, ketika matang, gula di dalam meleleh sempurna, mirip lava coklat tapi lebih alami.

Saya sempat mencoba membuatnya sendiri di rumah, tapi hasilnya nggak semulus buatan Mbah Karto. Setelah belajar dari dia, saya sadar kuncinya ada di api kecil dan kesabaran. Kue cubir nggak bisa buru-buru. Api arang memberikan panas merata yang sulit ditiru kompor gas. Dari situ saya paham mengapa jajanan khas seperti ini nggak bisa diklaim sebagai “yang termurah” atau “tercepat” – setiap gigitan adalah cerita tentang waktu dan ketelitian.

Bagi pemula yang ingin membuat versi rumahan, saya sarankan menggunakan wajan anti lengket dengan api paling kecil. Ganti gula pasir dengan gula Jawa yang sudah disisir halus. Jangan khawatir jika kue nggak langsung bulat sempurna; yg penting bagian dalam meleleh. Rasanya tetap otentik.

Satu hal yang paling saya suka dari kue cubir adalah kejutan di setiap gigitan. Ada sensasi gula cair yang hangat bercampur dengan tekstur lembut adonan. Jajanan khas seperti ini mengingatkan saya bahwa makanan sederhana bisa menjadi mahakarya jika bahan dan caranya dihormati.

Kalau suatu hari Anda berkunjung ke Pulaulasia, cari gerobak Mbah Karto di Pasar Lama. Atau jika ingin tantangan, coba racik sendiri di dapur. Jajanan khas bukan sekadar camilan, melainkan warisan rasa yang patut dijaga. Setidaknya, itu yang saya rasakan setiap pagi ketika menggigit Kue Cubir panas dan tersenyum puas.

Kue Cubir jajanan khas Pulaulasia di atas piring dengan taburan kelapa muda

Referensi: sumber resmi

Tag: #jajanan khas #kue tradisional #Pulaulasia #resep rumahan